An engineer (soon to be), a dancer, a food enthusiast, an amateur food photographer, a traveller, a lover.

Wednesday, November 4, 2015

Sedih. Pasti. Sesedih waktu kemarin? Tidak. Jelas.

Niatku memang iseng, tapi kalah pasti akan membuat seseorang sedih.

Kata orang, "kegalalan adalah kesuksesan yang tertunda". Saya percaya, karena setiap saya gagal, saya berusaha belajar dari kesalahan kemarin.

Kata orang juga, "setiap kejadian pasti ada hikmahnya". Untuk kali ini saya percaya, saya yakin pasti akan ada saatnya saya mendapatkan yang lebih baik.

Sunday, August 30, 2015

Setelah kemeriahan hari ini, yang diawali dengan bertemu teman seperjuangan OHU tahun lalu. Dilanjutkan dengan bersenang-senang menjaga stand INFINITY. Kemudian malamnya bertemu dengan "keluarga" baru, yakni MHT04 basis ITB. Di penghujung malam ini saya merasa

Saturday, August 29, 2015

Hari ini (atau lebih tepatnya kemaren sih) super gila! Mulai dari kuliah yang bangun kesiangan sampe ketawa tiada henti hingga larut malam.

Oke jadi ceritanya begini

Sunday, August 16, 2015

Perjalanan malam memang selalu menarik perhatianku. Ia mampu membuatku bersyukur akan kehidupan yang telah aku jalani. Ia juga mampu membuatku berpikir, telah melakukan apa saja hingga saat ini.

Aku sangat menikmati perjalanan malam. Terlebih jika aku sedang sendiri. Terlebih jika aku sedang tidak mengendarai kendaraan. Sehingga aku dapat menikmati gerlapnya kemilau lampu malam dibalik kaca jendela. Memandanginya seakan aku ialah laron yang terhipnotis dengan cahayanya.

Perjalanan malam kali ini, membuatku berpikir, apa yang telah aku perbuat selama 3 tahun terakhir? Waktu berjalan sangat cepat, sampai sampai ini sudah tahun ke-empatku kuliah di Bandung. Apakah aku selangkah lebih dekat untuk mencapai mimpi2ku? Atau aku hanya berjalan di tempat? Atau jangan-jangan aku berlari, berlari menjauhi mimpi2ku.

Ah... Perjalanan malam memang selalu menarik perhatianku. Ia mampu membuatku berpikir akan kehidupan yang telah aku jalani. Ia juga mampu membuatku bersyukur, karena aku dapat hidup hingga saat ini.

-Ditulis saat tiba di Bandung di Buah Batu
Kedai Koboi, 16 Agustus 2015

Tuesday, July 7, 2015

Suatu kata yang sangat gampang diucapkan namun sangat sulit untuk dipraktekkan. Terlebih apabila hal tersebut bukan merupakan suatu kegiatan yang kita duga sebelumnya. Contohnya seperti ini, kamu memiliki handphone yang baru saja kamu beli kemarin siang, lalu saat kamu pergi makan, kamu lupa membawa kembali HP kamu yang ada di meja makan tersebut. Sorenya, kamu kembali lagi ke tempat makan itu untuk mendapati bahwa HP baru kamu sudah sirna. Kemudian teman kamu yang menemani kamu ke tempat makan tersebut berkata, "udah ikhlasin aja sob, ntar pasti diganti jadi yang lebih baik ko".

Mengesalkan kan?

Thursday, July 2, 2015

Pada tulisan kali ini aku mungkin akan menulisnya dalam bahasa Indonesia saja. Hal ini dikarenakan aku ingin bebas berekspresi. Namun mungkin memang traffic blog pasti akan sedikit, karena pada tulisan kali ini aku ingin membahas LGBT (Lesbian-Gay-Bisexual-Transgender) yang menurutku para pembacanya adalah orang luar. Ah yasudah..

21 Juni sudah lama berlalu memang. Amerika serikat sudah melegalkan pernikahan sesama jenis sejak seminggu lebih yang lalu. Hanya Amerika. Namun, seperti yang sudah kita ketahui, Negara tersebut mempunyai pengaruh yang kuat bagi negara-negara lain. Banyak komentar-komentar entah itu positif maupun negatif dari masyarakat di seluruh belahan dunia. Indonesia pun tidak luput dari efek LGBT ini.

Sejujurnya aku tak habis pikir, bagaimana mungkin bangsa Indonesia ini yang katanya mayoritas masyarakatnya umat muslim ada saja yang mendukung gerakan LGBT. Aku tak tahu apakah aku yang memang "kampungan" atau mereka yang terlalu liberal. Sejujurnya, aku pun bukan orang yang sangat agamis (atau bisa juga disebut sebagai orang alim), tapi yang aku tahu bahwa aku masih memegang pendirianku tentang Islam.

Aku bingung, banyak teman2ku yang menolak tentang gerakan LGBT, namun tidak sedikit pula yang setuju dengan gerakan ini. Namun yang paling parah ialah bukan keduanya, melainkan memilih diam. Entahlah. Itu hanya menurutku mengategorikan "diam" sebagai kategori terparah. Aku mengategorikan "diam" adalah yang terparah karena kupikir mereka yang "diam" tidak mempunyai dasar apapun, berbeda dengan mereka-mereka yang memilih antara pro dan kontra. Mereka mempunyai dasar masing-masing.

Kembali ke tujuan awal aku membuat tulisan ini, aku hanya ingin mengingatkan kepada teman-teman semua, ingatlah tujuan hidup kalian. Apa yang menjadi pegangan kalian selama kalian hidup? Bagi saudara-saudaraku di sana, aku hanya ingin mengatakan bahwa mulailah kalian pilih mana yang jelas-jelas benar dan jelas-jelas salah. Jangan mengabu-abukan yang sebenarnya sudah terlihat hitam. Aku takut kalau hal ini dibiarkan berlanjut, maka kalian akan berpikir kalau makan babi itu halal. Ketahuilah, orang-orang di luar sana, (yang membantu kalian dengan polosnya mengganti DP kalian dengan latar pelangi) sedikit demi sedikit telah merusak moral kalian. Untuk menghancurkan Islam, pada zaman ini tidak perlu agresi militer. Yang perlu dilakukan adalah mengikis keyakinan kalian terhadap Islam secara perlahan.

Salam,
Orang yang peduli terhadap pikiran-pikiran teman-temanku.

P.S.
Kalau-kalau kalian tidak mengetahui: buka

Saturday, May 2, 2015

Since when I turn into a dramatic-person? Recently, I just talked to my father. Actually it's not that I'm who talking much, but my father does. I'm who listen much. In this conversation, I almost cry in front of him. It's not because my dad was anger to me, but because his stories were so...deep. He expect me to become a great man. Expect me to become (at least) like him. Expect me to graduate next year. What if I can't become a man that he expect? What if I failed to become a great man? What if ...

From this conversation I realized that my parents (especially my dad) want me to graduate as soon as possible. They want to see me graduate. I think, the moment I graduate from this university is makes them happy and I want to make them happy.

Real life in one year left ahead makes me scared. Scared, not because I scared of failing. But scare  I can't makes my parents happy.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Btw, it's May 2nd now, and I surprise when google makes this:


First, I thought it's a picture of Sukarno, but then it's a picture of Ki Hajar Dewantara. So I conclude today is a National Educational Day! Yeay! Happy National Educational Day everyone! And for tomorrow Happy Birthday Dear!

About Me

Seoramg penikmat anime yang kadang menulis hal-hal yang terdapat dalam pikiran.

Contact us

Name

Email *

Message *