An engineer (soon to be), a dancer, a food enthusiast, an amateur food photographer, a traveller, a lover.

Tuesday, November 12, 2019

Kalau kau dikalahkan oleh kelemahan dan ketakutanmu sendiri,
Nyalakan api di hatimu,
Gertakkan gigimu,
Dan terus maju.

Sekali pun kau berhenti di tengah jalan dan merasa takut,
Kau tak akan bisa menghentikan aliran waktu.

Jangan sedih
Karena kita semua nantinya akan menuju akhir

-kimetsu no yaiba ch. 66

Wednesday, March 27, 2019

Yep, today I turn to 25, I lived in this world for a quarter century. Amazing. When I was a kid, I even think normal people will die at 20, but here I am, (alhamdulillah) still breathing and now lying on my bed.

Today, was a great day. I enjoy every wishes from my friends since morning, whether they congratulate me directly or via chat message. Funny, because in this age, I would expect nothing and in the first time I expect that kind of wishes won't affect me, but it turns wrong. Those wishes turn out to make me glad.



1

2

3

4

5

6

7

8
9

10

11

12

13
14

15

16

17


I upload those screenshots with hope that wishes won't loss from my phone and the most important thing is, those wishes will come true.

Besides that, intan surprise me by buying me a cake, Tous Le Jour. I never bought any TLJ cake before because usually my father got me The Harvest or Sahid's Cake (I forget the name of the sahid cake shop). The cake from Intan is look like this:
TLJ
After I got home, surpringly my dad and my mom make me some party. We eat nasi kuning and Ayam Goreng Suharti.
Yiha
I'm very excited how's my life going till next year. XD

Friday, February 8, 2019

Ada-ada saja cara Yang Maha Kuasa menunjukkan betapa patut bersyukurnya dirimu. Contohnya aku, hari ini aku lembur, baru sampai rumah sekitar jam 12 kurang. Sudah lelah mengerjakan NAK Pelita Air Service yang kalau aku lihat secara sekilas, masih banyak bolongnya. Padahal, kami dikejar dengan jatuh tempo tanggal 18 Februari, sedangkan komite kreditnya akan melaksanakan training minggu depan. Sehingga, mau tidak mau, RKK akan diadakan sore ini, Jumat, jam 4.

Oke, lantas apa yg menyebabkan aku menulis blog ini? Itu karena aku melihat bintang. Ya, bintang. Ternyata, di langit malam Jakarta, aku masih bisa melihat bintang. Aku pikir, Jakarta sudah penuh dengan polusi udara, maupun polusi cahaya. Nyatanya? Malam ini aku berhasil melihat banyak bintang. Aku jadi rindu langit Bandung, cuaca sejuknya, pemandangannya. Langit Jakarta malam ini membuat aku merasa seperti di Bandung.

Rupanya bahagia bisa dengan cara yg sangat mudah, ada2 saja ya cara-Nya.

Thursday, January 10, 2019

Nampaknya ada orang yang susah untuk berkata jujur, namun ada juga orang yang susah untuk berkata bohong, seperti diriku. Kadang aku merasa bahwa aku terlalu jujur, sampai-sampai teman-temanku berkata, "anjir lu kalo ngomong nyablak banget". Ya, aku tidak terlalu terbiasa dengan yang namanya basa-basi dan berbohong untuk membuat lawan bicaraku senang. Padahal rasanya, seharusnya aku bisa latihan berbohong, tidak sulit bukan?

Aku bisa saja berbohong bahwa hari ini sungguh baik, sungguh cerah, membawa kehangatan. Padahal kenyataannya tidak, hari ini hujan, dan cenderung dingin. Aku seharusnya bisa saja berkata bohong bahwa aku sungguh tertarik akan suatu hal, namun dalam hati sebenarnya tidak terlalu tertarik.

Berbohong itu mudah kan harusnya? Tidak masalah, aku bisa belajar berbohong kalau kejujuranku menyakitimu.

-ditulis setelah solat maghrib, mengenang hari hujan dan makan siang

Tuesday, December 25, 2018

Suatu hari ada rasa pahit hadir di hidupmu.
Gakpapa...
Obat juga pahit, banyak yang sehat karenanya.

Mungkin itu cara sang pencipta menyembuhkan.

-malam hari, pusing dengan kerjaan kantor besok.

Tuesday, November 20, 2018

Menulis tentang waktu, seakan kita memilikinya.
Berjalan bersama waktu, seakan ia mau.
Kadang waktu berjalan lambat, bagi mereka yang menunggu.
Kadang waktu pun berjalan lebih cepat, bagi mereka yang melaju.

Waktu
Suatu entitas, suatu mata uang
Adalah satu entitas paling adil yg bisa didapat oleh setiap manusia
Karena hidup memang sejatinya tidak adil
Waktu memberimu 24 jam setiap hari

Bagiku kini waktu berjalan lambat
24 jam terasa seperti berminggu minggu
Waktu berjalan lambat bagiku
Karena aku termasuk orang yang menunggu.

Tuesday, November 13, 2018

Sungai depan Gedung BKPM, 13 November 2018

Gua baru aja nyampe rumah. Dan gua baru mendapatkan kejadian yang membuat gua lebih banyak bersabar dan beramal lebih. Kejadiannya begini.

Jam 18.15 kira2 gua baru turun dari ruangan gua di lantai 14. Ga lama dari keluar kantor, tetiba gua mendapat panggilan telpon, ya, siapa lagi kalo bukan intan. Gua ga ngerti maksud dari tujuan nelpon doi apa, sampe lama banget, sampe gua bahkan ke jalan raya, baru ngerti kalo misalnya message whatsapp doi didelete, kenapa gua ga nanya. Oke, jadi kejadiannya gini, gua ga buka hape, buka wasap pun di komputer kantor, yang mana pada saat itu gua langsung close2in semua aplikasi gara2 dah mau pulang. Jadilah gua ga sempet buat ngeliat messagenya apa dan bahkan ga sempet untuk bertanya, "kenapa diapus?".

Obrolan berjalan cukup seru, walaupun sebenarnya pengen cepat2 gua akhiri, karena memang keadaan tak mendukung, gua ga make headset dan itu lagi di jalan bos. Banyak kejadian2 yang akan terjadi kalo gua telponan di jalanan. Dan ternyata terjadilah, gua tersandung jalan setapak, yang kebetulan samping gua adalah sungai, part ngeselinnya adalah hape itu loncat dulu bgsd ketika nyentuh tanah, dan lompatnya ke arah sungai. Kan bang*ke ya. Gua tadinya dah berniat untuk terjun ke sungai, bodo amat dah dengan segala kebasahan yang ada. Tapi tu gua mikir, anjir ini gimana cara gua turunnya, trus sungainya sedalem apa, trus itu ada kabel PLN bertuliskan "awas tegangan tinggi" pula. Anj*nglah kalo gini gimana cara lagi selain me-yaudah-kan?! Gua bahkan tadinya dah berniat ikhlas, jalan naik jembatan penyebrangan, sampe balik lagi ke sungai untuk ngecek itu hape beneran jatoh ke sungai atau cuma nyangkut2 doank di besi2. Yg ada hasilnya nihil men. Gelap juga soalnya.

Kalo kayak gini kan jadinya gua berandai-andai, andaikan jatuhnya ga ke sungai melainkan ke jalan, andaikan gua ga jatuh, andaikan gua ga megang hape, andaikan gua ga nelpon, andaikan nelponnya langsung to the point, andaikan gua tetep komitmen ga ngobrol sampe akhir bulan. Pasti hal ini ga akan terjadi kan?

Shit lah, kenapa harus ngeluarin ongkos mulu sih. Ga bisa nikmatin uang nganggur dikit apa ya gua. Itu hape baru 6 bulan apa ya paling. Ga nyampe kali. Gua beli sekitar bulan puasa mendekati lebaran *pertimbangannya gara2 dapet THR*. Ya Allah.. Apa salah hamba?

About Me

Seoramg penikmat anime yang kadang menulis hal-hal yang terdapat dalam pikiran.

Contact us

Name

Email *

Message *