An engineer (soon to be), a dancer, a food enthusiast, an amateur food photographer, a traveller, a lover.

Monday, December 18, 2017

Well, if you look at google translate and find the meaning of my title, it will show you:

"the attribution of a personal nature or human characteristics to something nonhuman, or the representation of an abstract quality in human form."

A little bit far from what I want to share, my personality. "Personality" is not selected as my title because it's too mainstream. Why I telling you this? Because why not?

I took MBTI test 3 years ago (I know this from the screenshot I took, the date show is Aug 7th 2014). The result:

ENTJ-A
Personally I'm happy that I'm ENTJ, one of the rarest personality in the world. The Commander. But, people change and I don't know that this type of test really accurate to measure my personality or not. Because I took the test again, today and get a different result, that is:

ESTJ-A
The most common personality in the world. Really? Am I that ordinary? Personally, I'm NOT happy with this result. This show two possibilities, I change or the test is not accurate enough. When you look at the Intuitive/Observant section, both time, I got extreme result. The first one, I got high level of intuitive then the last one I got high level of observant. Funny right.


NB. I write this because I want to delete some old files then I found this on my laptop. So, I want to take a re-test and the result shocked me.


Friday, November 17, 2017

Plaza mandiri, 17 November 2017
14.40

Jakarta sehabis diguyur hujan badai siang ini. Angin berderu kencang hingga menggoyangkan dengan ganas pohon2 di sekitar sini. Aku duduk terperangah menatap kejadian yang bisa dibilang tiba-tiba ini. Sebelumnya cuaca sangat terik dikata orang.

Kondisi kantor sepi, bukan karena banjir hingga banyak teman2 memutuskan untuk tidak berangkat kerja. Melainkan sedang banyak yang melakukan perjalanan dinas ataupun workshop di luar kantor. Jadilah aku duduk di cubicle ku tanpa melakukan apapun. Ku istirahatkan diriku dengan tidak meminta pekerjaan. Fokus untuk membaca Standar Prosedur Kredit yang harus aku presentasikan kamis depan.

Di tengah cuaca yang sudah tak hujan lagi ini, tetiba datang sebuah notifikasi pesan dari teman kuliah, SMA dan teman jalan. Bukan berupa kata, melainkan foto. Sebelum aku lihat, aku pikir, "ah paling dia ngirim fotonya dia yg terbaru bersama Bu Lubna". Untuk diketahui, Bu Lubna adalah salah satu guru SMA sekaligus dosen kimia kuliahku dulu. Aku berpikir hal itu karena sebelumnya aku mengomentari instastorynya, "ko lu mukanya beda??".

Dan ternyata aku salah. Yah, friend stay when you are happy, but true friend stay with you even when you are down.

Itulah


This post dedicated to:
Inado Grace Simarmata, S.T.

Sunday, July 23, 2017

Every action you did, sure you will get the re-action from the people around you.

Seperti hari kemarin misalnya. Kemarin ada acara halal bi halal anak TI-MRI 2012. Nah kebetulan banget memang didesain sehabis wisudaan dan dilaksanakan di Bandung, tepatnya di rumahnya Aldy. Pilihan gua saat itu ada 2 (atau 3, yg mana pilihan ketiga adalah tidak mengikuti dua duanya). Pilihan pertana yaitu gua ikut hbh timri, sedangkan pilihan kedua yaitu pacaran. Gua memilih pilihan kedua.

Efeknya, pada keesokan harinya (tepatnya hari ini). Gua balik ke Jakarta sendirian. Ga ada temen balik, temen gua yg tadinya berniat nebeng gua, jadi nebeng temen gua yg lain, yg ketemu pada saat di hbh kemaren. Oke itu ga masalah. Lalu muncul momen berikutnya, yaitu ternyata mereka bikin acara lagi. Gua gatau itu acara apa, tiba2 muncul di grup timri, grup angkatan gua.

Ini fotonya
Hhhh... Gua bingung, apa kesalahan gua sehingga gua mengalami momen2 seperti ini (tak mendapat info) huhu.

Monday, July 10, 2017

Kisah ini kisah real gua, gua pengen menceritakan bagaimana proses-proses rekrutmen ODP di PT Bank Mandiri yang saat ini sedang gua jalani. Pada dasarnya sebenarnya tes rekrutmen PT Bank Mandiri itu ada 3 tes, yaitu:

  1. Seleksi berkas (administrasi)
  2. Tes Online
  3. Panel interview
  4. Tes kesehatan
Oke, gua mulai ceritain satu persatu aja kali ya.

 Seleksi Berkas

Di tahap ini, sama seperti perusahaan-perusahaan lainnya, calon pegawai perlu menyiapkan beberapa dokumen penting seperti CV, foto, ijazah dll. Kalo yang pas gua, gua daftar di website rekrutmen PT Bank mandirinya, yaitu https://mandiri.workable.com/jobs/519830

Di situ, dijelasin syarat2nya kan, nah selain syarat dokumennya, calon pegawai juga harus menceritakan tentang penghargaan terbesar selama ini yang telah didapat apa. Waktu dulu gua menceritakan pengalaman gua dengan bahasa inggris.

Oia, di seleksi berkas ini, gua daftar tuh bulan April. Jadi waktu itu di ITB ada jobfair, nah dari jobfair itu, kami diminta untuk langsung mendaftar ke web. Gua daftar sekitar tanggal 9an. Pada saat itu, deadline pengumpulan berkas pada tanggal 19 April kalau tidak salah.

Tes Online

Gua lupa sih tepatnya gua nunggu berapa lama, kayaknya gua baru dapet tuh setelah 1 minggu puasa, yakni tanggal 2 Juni 2017. Setelah pengumpulan berkas itu, gua disuruh buat tes online, isi dari tes online itu tes verbal sama numerik. Standarlah. Pake bahasa Indonesia. Gua saranin sih isi jujur aja, soalnya nanti pas interview bakal dites lagi, kalian bener ga tes ini ngerjain sendiri.

Setelah menunggu selama berminggu-minggu, kemudian gua ditelpon sama orang mandiri, tanggal 17 Juni 2017, buat Final interview. Dalem hati gua mikir, "what? Final interview?? Kapan gua first interviewnya coba?!". Tapi ternyata memang seperti itu seleksi di bank mandiri, langsung final interview.

Final Interview

Pada tahap ini gua dipanggil ke Mandiri University, yang ada di daerah tanah abang. Di sana ada 5 orang (termasuk gua) yang ikut seleksi. Salah satunya ialah temen gua di himpunan, namanya olaf. Gua dah tau sebenernya ada dia, orang di pemberitahuannya di email ada nama-nama orangnya. Jadi pas ketemu di sana ga kaget. Selain dia, ada 2 orang lagi anak ITB, yang satu dari jurusan teknik mesin, yang satu lagi gua lupa. Trus ada juga satu-satunya orang yang paling cantik diantara kita berlima, christy namanya. Dia dah kerja ternyata, angkatan 2011.

Jadi di emailnya diberi tahu bahwa kami diundang untuk hadir pada pukul 07.30, namun pada kenyataannya ialah kami baru memulai sesi interview sekitar jam setengah sembilan dan gua kedapetan sesi interview sekitar jam 10an. Satu sesi interview itu kira-kira bisa berlangsung 1 jam. Kebetulan gua urutan ketiga, jadi ga nunggu lama-lama amat.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan cukup menarik, kalau biasanya pertanyaan pertama yang diajukan interviewer ialah, "coba deskripsikan diri anda". Pada interview ini, panelis mengajukan pertanyaan pertama berupa, "how was your biggest achievement?". Yup, dalam bahasa inggris, dan tentu saja kita harus menjawab dengan bahasa inggris juga.

Namun seiring berjalannya waktu, para interviewer pun menyuruh kita menggunakan bahasa Indonesia. Gua rasa mereka memang hanya ingin mengetes kemampuan bahasa inggris kita saja. Jadi ya saran gua, kalo mo interview, harus dipersiapin dulu lah ya, kalo tetiba pake b.ing gimana coba ntar interviewnya. Oia, selain pertanyaan itu, pertanyaan yang gua inget kemudian ialah, "apakah pernah ada masalah dalam kehidupan berorganisasi sebelumnya? Lalu bagaimana cara mengatasinya?". Selain itu, "apa kelemahan kamu?". Ya begitulah, cerita2 saja secara jujur. Sudah banyak kan web-web yang menceritikan bagaimana trik2 menjawab kedua pertanyaan diatas.

Hm gua belum cerita teknis interviewnya ya? Jadi tuh yang interview ada 3 orang, ada 2 bapak-bapak dan 1 ibu-ibu. Gua rasa, beliau2 ini merupakan orang-orang yang berpangkat tinggi di PT Bank Mandiri, namun gua gatau bagian apa. Pada akhir sesi, para panelis mempersilahkan kita untuk bertanya, boleh bertanya apa saja katanya, tapi ya gua bertanya yg gua rasa perlu saja. Kemudian mereka bilang pengumumannya paling lama hari senin. Kebetulan gua saat itu hari kamis, berarti gua paling lama nunggu 2 hari kerja kan? Yah ga lama lah, setidaknya digantunginnya ga lama-lama amat kalo gitu caranya.

Setelah interview, gua dites online lagi, verbal sama numerik. Bagian terngeselinnya ialah gua mesti berkali kali manggil orang mandirinya gara-gara masalah teknis, yaitu laptopnya suka mendadak mati. Jadi terpaksa gua ganti komputer. Ini makan waktu banget, akhirnya gua baru keluar dari Mandiri university tuh sekitar jam 2an. Eh pas di busway mengarah pulang, gua tetiba dapet telpon, dari Sahid Sahirman center, katanya besok gua disuruh buat dateng tes kesehatan, buat persyaratan bank mandiri, ALHAMDULILLAH. Pertama kalinya gua lulus interview dan masuk sampe tahap tes kesehatan.

Tes Kesehatan

Gua disuruh puasa, bahkan disuruh ga sahur, itu padahal lagi kondisi di bulan ramadhan. Yaudahlah, gua sahurnya minum aer putih aja. Nyampe di sahid sahirman center tuh sekitar jam 8an kalo ga salah, mereka baru buka juga, trus kita langsung masuk. Ada beberapa tes kesehatan, diantara tes mata, pendengaran, USG, xray, dokter umum, ambil darah, tes urin, dll. Di sana gua ketemu olaf lagi. Ternyata dari yang panel interview berlima, cuma gua sama olaf yang lolos ke tahap ini, alhamdulillah. Selain itu, gua kenalan juga sama temen-temen lain, contohnya kek inigo, gusti, feby dan felis. Ya ngobrol2 standarlah macem kuliah dimana, lulus kapan dll.

Gua selesai tes kesehatan tuh cepet, kalo ga salah, sebelum jumatan juga dah kelar. Soalnya gua urutan awal-awal ditesnya. Pas antriannya dibuka, gua langsung aja ngebut ambil antrian pertama, emang pengen cepet2 pulang juga sih haha

Kemudian, ga lama setelah tes kesehatan, pada tanggal 21 Juni gua kembali mendapatkan email dari Bank Mandiri yang berisikan informasi offering letter dan jadwal training. Trainingnya dimulai tanggal 6 Juli rupanya, dan offering letter tanggal 4 Juli. Di situ tercatut nama gua dan olaf lagi, alhamdulillah. Gua urutan ke-8 wakakakak nyaris ga masuk ke peserta ODP. Trus selain itu ada feby dan felis juga, sayang aja si inigo dan gusti ga masuk, mungkin memang belum rezeki. Padahal tadinya gua pikir kalo udah masuk tes kesehatan tuh, yaudah, pasti masuk. Ternyata pemikiran gua salah besar. Namanya tes kesehatan tuh ya dites, lu sehat apa kaga. Kalo ga sehat ya lu ga bakal diterima.

Officer Development Program (ODP)

ODP Batch 137
Di tahap ini, walaupun gua dah masuk bank mandiri, namun status gua ialah masih calon pegawai, gua mesti ditraining agar siap masuk ke PT Bank Mandiri dalam waktu 6 bulan. Apabila ternyata gua (dirasa) tak mampu oleh mereka, maka (naudzubillahi mindzalik) gua digugurkan sebagai calon pegawai PT Bank Mandiri. Oleh karena itu, gua masih harus banyak belajar supaya gua bisa segera mendapatkan status pegawai di PT Bank Mandiri. Doakan ya!

P.S. kalau ada yang mau nanya2 lebih lanjut bisa ditanyain di kolom komentar oke?
Oia, gua ada post lanjutan nih bagi kalian yang udah lolos ODP, yaitu post tentang Bela Negara. Cek postnya disini.

Monday, July 3, 2017

Pemandangan siang itu berbeda bila dibandingkan ketika aku melihatnya 18 tahun yang lalu. Ya, pada saat aku masih berumur 5 tahun.

Aku memandang langit.

Awan yang aku lihat tak bervariasi, hanya bentuk2 abstrak yang tak bisa ku pahami. Aku masih ingat, dulu, aku bisa melihat banyak bentuk2 konkret, seperti gajah, kuda, dll. Namun kini? Aku tak bisa melihat satupun.

Apakah ini pendewasaan? Proses dimana imajinasi akan berkurang seiring bertambahnya usia? Atau hanya karena masalah awannya saja? Entahlah. Aku rindu masa kanak-kanak.

-terinspirasi dari perjalanan Bandung-Jakarta sehabis mudik lebaran.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aim For The Stars, If You Fail, You'll Land On The Moon.

Wednesday, May 31, 2017

"Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi" - Pidi Baiq
Foto itu gua ambil pas lagi jalan2 di alun-alun Bandung, weekend, jam 10 malem kalo ga salah. Sekilas tentang Pidi Baiq, dia lulusan FSRD ITB, pemilik rumah makan illuminasi, dan penulis novel Dilan yang terkenal itu. Kalo balik lagi ke topik, gua setuju dengan Pidi Baiq, "Bandung bukan cuma masalah geografis".

Foto depan pintu SB2 Sabuga


Sekarang dah bulan Mei, mau masuk ke bulan Juni, ini artinya gua dah wisuda 2 bulan yang lalu. Selama 2 bulan itu pun, gua masih sering main-main ke Bandung. Bukan karena ada alasan khusus seperti ada magang atau kuliah atau apapun, namun cukup karena gua belum mampu untuk melepaskan Bandung.

Foto 1

Bener kata temen2 yang sudah lebih dulu merasakan wisuda. Saat wisuda kemarin, gua bener2 ngerasa kalo "today is mine" banget. Semua orang *lebay* ngasih hadiah, foto bareng, atau at least ngasih ucapan, "selamat". Jadi emang ga salah kalo orang2 bilang "today is yours" bagi mereka-mereka yang diwisuda.

Foto 2


Masa-masa gua masih menjadi mahasiswa merupakan masa yang (paling) bahagia. Ya walaupun tidak semua kenangan berakhir baik, namun gua cukup senang dengan pengalaman dan hal-hal bodoh yang telah gua jalani. Gua sangat tidak menyesal untuk kuliah di Bandung, terkhusus di ITB. Di Bandung, gua merasakan suasana yang berbeda dengan di Jakarta. Di Jakarta, cuacanya sering banget panas, beda sama di Bandung, walaupun terik, tapi tetep aja suasanya ga segersang di Jakarta. Bandung sama Jakarta punya kesamaan pada dasarnya, sama-sama macet. Bedanya ialah kalau di Jakarta, macetnya saat hari kerja dan agak sedikit longgar saat weekend. Di Bandung, gua jarang menemukan macet, kecuali saat weekend dan libur panjang.

Foto 3


Itu baru satu kisah dari mengapa gua sangat susah melepaskan Bandung. Kisah lainnya ialah teman-temannya. Di sini gua bisa dibilang mendapat teman yang (cukup) baik *ehe*. Di MRI misalnya, pada saat terakhir, gua bisa mendapatkan pengalaman untuk mendekatkan diri kepada lutfi dan kevin karena ikut lomba dari univ Gadjah Mada. Selain itu, di INFINITY, walaupun teman-teman gua yang seangkatan dah pada kabur dari Bandung. Ada temen-temen gua dari angkatan bawah yang bisa gua ajak main. Terakhir, temen-temen SMA pejuang April yang ternyata sampe sekarang masih belum bisa lulus juga, aris&grace. Ni 2 orang yang selalu gua telpon pas gua di Bandung buat diajak makan. Males banget ga sih kalo niat lu ke Bandung adalah main, eh malah ga ada temen ngobrol. Makanya gua sering banget ngajak mereka makan.
Foto 4



Namun, apalah arti dari suatu permulaan apabila tidak ada akhir. Pelari maraton tidak akan mencapai garis finish, pemain bola tidak akan mendengar bunyi peluit, pun perjalanan ini. Perjumpaan akan bertemu dengan perpisahan. Itulah yang membuat perjumpaan bermakna. Lu tau bahwa suatu hal itu penting ketika hal itu akan kandas, maka dari itu, lu mengisi hari-hari lu dengan menyenangkan.

Hari ini, tanggal 31 Mei 2017. Gua secara resmi dah ga tinggal di Bandung lagi, kosan gua yang selama 4 tahun gua tinggali, gua serahkan kembali kepada pemiliknya. Banyak kenangan yang telah terjadi, namun gua yakin banyak juga kenangan yang sedang menanti.

Yuhu!

Saturday, May 13, 2017


"Lu suka duren?", kata jibeh
"Suka", jawab gua
"Nah gua ga suka, lu kenapa suka?"
"Hmmm... Ya gua suka aja, ga bisa dideskripsiin."
"Nah itu."
"Iya, segimana pun lu deskripsiin kenapa lu suka duren, jibeh tetep ga suka duren.", kata Aldy.

Kadang apa yang lu harapkan dari orang, ga bisa lu dapetin. Misal dari percakapan tadi, gua pengen jibeh suka banget sama duren, kalo pada dasarnya dia dah ga suka, ya mo diapain juga ga bakal suka. Ya tapi itu ga masalah, it's fine. Setiap orang emang punya selera masing2. Dan lu ga bisa memaksakan kehendak lu. Boleh sih punya harapan, cuma gausah terlalu sedih juga kalo misalkan harapan lu itu ga terkabul. Ya mungkin ini jalan dari Yang Maha Esa lebih supaya lu dapet jalan yang terbaik buat lu.

Setiap orang mengejar sempurna, tapi terkadang bukan kesempurnaanlah yang dinilai, melainkan keterselesaikan tugas yang diberikan.

Oke, tadi itu intro, percakapan gua sama jibeh pas kemping di Rancaupas tanggal 14-15 April 2017 kemaren, itu pas hari Jumatnya libur itu. Gua juga lupa sih itu libur apa. Saking banyaknya libur di bulan April... Langsung aja ya ke topik bahasan kali ini, yaitu: 3 Hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum ke Rancaupas, Ciwidey.

1. Cuaca di sana ga sedingin itu.
Sunrise ala-ala

Gua gatau apakah emang waktu gua yang ga pas, apa gara2 tenda gua isinya 8 orang, jadi ga kerasa dingin, ya gatau juga. Soalnya gua nanya ke temen gua yang dah pernah kemping sebelumnya, dia bilang udaranya dingin banget. Oleh karena itu, gua dah persiapan nih, buat nyewa sleeping bag. Ujung2nya ga dipake juga. Gua rada nyesel sih nyewa sleeping bag, 3rb permalam huhu. Kan mayan ya.

Tenda dan sleeping bag

 Oia, sebelum kalian berpikiran untuk tidak nyewa sleeping bag, gua kasih tau kondisi-kondisi gua. Jadi gini, gua ga make sleeping bag karena ada beberapa hal, yaitu: tenda gua kapasitasnya 6-8 orang, nah gua isinya tuh 8 orang, penuh banget donk. Kedua, jadi gua baru nyampe rancaupas tuh sekitar jam 11 malem kalo ga salah. Karena memang niatnya untuk bonding, jadilah kita disana ga tidur, tapi ngobrol-ngobrol dan main sampai jam 4. Nah karena tanggung kan, dikirain sunrise jam 5an, jadilah ada beberapa orang yang ga bisa tidur. Jadi kan ga kepake tuh sleeping bag.

Kondisi dalam tenda isi 8 orang

 2. Tempat camping (Baca: kemping)-nya sedeket itu sama parkiran.

Parkiran Rancaupas
Gua lupa ga fotoin dimana lokasi gua nenda, yang jelas itu tuh deket banget sama tempat parkirnya. Man, ya ampun, ga sesuai ekspektasi gua banget. Gua kira mesti trekking dulu kek gitu sebelum nenda. Lah ini? Cuma sebelah2an sama mobil. Jadi gua keluar tenda, depannya mobil gua. Itu kalo kalian liat fotonya, posisi yang ngadep bagian belakangnya tuh tenda gua, kira2 gini deh:

Yap, di sini! Btw, ini selfienya @haha_hafiz
Nah tapi paginya, gua baru sadar, ternyata ada jalan kecil gitu menuju tempat yang lebih proper buat kemping, jadi mesti jalan dulu dikit, ga sebelah2an sama mobil. Bisa dimaklumi lah ya, soalnya itu kan kondisi dah malem, ga keliatan kalo ada jalan kecil gitu. Mana becek banget pula. Malemnya tuh pas gua dan teman-teman nyampe, itu kondisi abis ujan. Perjalanan menuju rancaupas pun ditutupi kabut gitu karena abis ujan.
 
3. Penangkaran rusanya ga sebagus itu.


Ngarepin wortel ya?
Satu kata setelah gua liat penampakan penangkaran rusa di sini: sedih. Gila loh, itu lumpurnya menggenang gitu, rusanya jadi keliatan kotor. Jujur aja gua jadi sedih ngeliatnya. Padahal tujuan gua ke rancaupas tuh ada 2, pertama foto sunrise, kedua foto ngasih makan rusa. Sunrisenya okelah, ga kecewa-kecewa amat. Foto rusanya nih, ya ampun sedih ngeliatnya ckck.

Ga ada rumputnya
Gua gatau sih, apa karena emang rumputnya abis dimakan rusa apa gimana, soalnya di ladang yang dipagerin itu (kalo kalian liat lebih teliti, di bagian paling jauh gambar, itu ada ladang yang dipagerin dan ada rumputnya) di sana ga ada rusanya. Tapi kasian aja ga sih sama rusanya, kenapa rumputnya ga ditanem lagi ya? Trus becek banget gitu. Entah karena malemnya abis ujan, jadi super becek gitu apa emang kondisi tiap harinya tuh becek kek gitu, gua ga ngerti juga. Pantesan aja ada temen gua yang bilang, penangkaran rusanya tuh jelek di sini. Padahal kalo liat di instagram-instagram orang, hasilnya bagus- bagus aja.

Okedeh, sekian aja blog gua kali ini, moga-moga bermanfaat buat kalian yang pengen pergi ke rancaupas, buat jadi bahan pertimbangan aja. Yang terpenting ialah jangan lupa HAVE FUN!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Important notes:
Harga tiket masuk rancaupas (perkiraan aja, soalnya gua lupa)
per orang (sambil kemping): 20.000
mobil: 10.000 
P.S. paginya nanti kamu bakal ditagih bayar parkir mobil lagi, gua sih ngasihnya 5.000 aja. Kesel bet, gua kira 10.000 dan termasuk tiket parkir hhhh.

About Me

Seoramg penikmat anime yang kadang menulis hal-hal yang terdapat dalam pikiran.

Contact us

Name

Email *

Message *